Dua Bos PT ASA Jadi Tersangka Penimbunan Obat Pasien Covid-19

  • Bagikan

BERITATERAS.ID — Polres Metroi Jakarta Barat menetapkan YP (58) dan S (56) Direktur dan Komisaris Utama PT ASA, sebagai tersangka kasus penimbunan obat bagi pasien Covid-19. Obat tersebut ditimbun di gudang farmasi milik korporasi di Kalideres, Jakarta Barat.

“Motifnya ekonomi, demi mendapatkan keuntungan dengan menimbun barang, karena obat tersebut langka,” kata Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso, Sabtu, 31 Juli 2021.

Baca Juga:   Ini Kata Dirut PT BAI Soal Ratusan TKA Asal China di Bintan

Perusahaan yang dikelola tersangka terbukti menimbum Azithromycin Dihydrate 500 miligram sebanyak 730 boks. Selain itu: Flumin Kaplet, Flucadex, Caviplex, dan Lanadexon Dexanethasone 0,5 miligram.

Menurut AKBP Bismo, obat belum sempat terjual. “Rencananya obat tersebut akan disebar ke wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat dengan harga Rp 600-700 ribu per kotak. Padahal, harga pasaran per kotak Azithromycin yang berisi 20 tablet hanya sekitar Rp 34 ribu,” katanya.

Baca Juga:   Jokowi akan Menerima Masukan Masyarakat Soal UU Cipta Kerja

Sambil proses hukum berjalan, obat sitaan ini rencananya akan didistribusikan kepada warga. Untuk itu, Polres Jakarta Barat masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jakarta Barat.

Kdua tersangka penimbunan obat itu dijerat Undang-Undang Perdagangan, Undang-Undang perlindungan konsumen dan Undang-Undang Pengendalian Wabah Penyakit Menular dengan ancaman lima tahun penjara.

  • Bagikan