Ini yang Dilakukan OJK Lampung untuk Cegah Maraknya Pinjol Ilegal

  • Bagikan
Kepala OJK Lampung, Bambang Hermanto

BERITATERAS.ID — Banyaknya kasus pinjaman online (pinjol) membuat aparat penegak hukum bertindak. Dalam beberapa hari terakhir, polisi menggerebek kantor pinjil ilegal di sejumlah daerah. Polda Lampung pun kini mulai menyelidiki sepak terjang pinjol ilegal yang kerap meresahkan masyarakat tersebut.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung, Bambang Hermanto,  menegaskan fintech peer-to-peer lending (masyarakat lebih mengenal dengan sebutan pinjaman online) hingga 6 Oktober 2021  yang terdaftar dan berizin di OJK adalah sebanyak 106.

“Perinciannya: 98 telah mendapatkan Izin Usaha dan 8 Terdaftar. Salah satu Fintech Lending Berizin yang telah beroperasi di wilayah Lampung dan berkantor pusat di Kota Bandar Lampung adalah PT Lampung Berkah Finansial Teknologi atau lebih dikenal di masyarakat dengan nama Fintech Lending Lahansikam,” katanya, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga:   Semua Gerai Bakso Sony di Bandarlampung Dibuka Hari Ini

Menurutnya, fintech lending yang telah berizin dan terdaftar di OJK telah dilakukan proses pendaftaran dan perizinan yang ketat sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK (POJK) No.77/POJK.01/2016 yang mengatur tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

“Manfaat yang didapat dalam bertransaksi pada fintech lending yang berizin di OJK adalah telah diatur kapabilitas perusahaan tersebut meliputi integritas dan kompetensi pengurus, kemampuan permodalan, kemampuan teknologi informasi, pengaturan mekanisme penetapan bunga dan denda, tata cara penagihan serta perlindungan konsumen,” katanya.

Bambang mengatakan, di tengah maraknya kasus pinjol ilegal,  OJK Lampung terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan mengimbau demi menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi agar masyarakat yang ingin menggunakan jasa pinjol  menggunakan layanan yang telah berizin dan terdaftar di OJK.

Baca Juga:   Inilah Penerimaan Pajak Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Triwulan III

“Untuk mengetahui Fintech Lending yang terdafta dan berijin di OJK, dapat ditanyakan melalui Kontak OJK 157 atau melalui Whatsapp : 081157157157 dan website OJK yakni www.ojk.go.id atau link bit.ly/daftarfintechlendingOJK”, katanya.

Bambang mengatakan, OJK melalui Tim Satgas Waspada Investasi selama ini juga telah melakukan langkah tegas dalam memberantas kegiatan pinjol iIlegal baik melalui langkah preventif. Antara lain melakukan edukasi kepada masyarakat, bekerjasama dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi (KOMINFO), Bareskrim Polri dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam melakukan cyber patroli kepada aplikasi pinjol illegal.

Baca Juga:   Tarif Listrik Golongan Rendah Turun Mulai Hari Ini

“Juga dengan  menindaklanjuti terhadap pertanyaan atau pengaduan yang masuk melalui media komunikasi OJK dan langkah Represif dengan melakukan penutupan 4.874 akun pinjol. Tahun 2021 ini telah ditutup 1.856 yang tersebar di website, Google Play Store dan Youtube, Facebook hingga Instagram,” katanya.

Untuk menekan adanya pinjol ilegal OJK juga telah melakukan moratorium atau penghentian penerbitan izin untuk fintech lending,  sejak awal tahun 2020 dan bersama Kominfo  telah bekerjasama dengan pihak Google untuk tidak mengakomodasi layanan pinjaman online yang tidak berizin dan terdaftar di OJK.

  • Bagikan